entah mengapa, akhir-akhir ini saya selalu kepikiran mama dan ayah saya. entah berapa kali saya telah mengecewakan mereka. ratusan kali, mungkin juga ribuan kali.
saya pernah mogok masuk sekolah ketika SMP. setiap harinya, saya diberi ceramah oleh mereka untuk pergi ke sekolah. tapi karena dasarnya saya ini keras kepala dan akan berpegang teguh pada apa yang telah saya yakini, saya tidak akan pernah mengubah keputusan saya. prestasi saya waktu di sekolah sangat tidak mengecewakan. tapi entah mengapa, saya merasa jenuh. mungkin karena letak sekolah dari rumah terlalu jauh. saat kelas 2 SMP, kebiasaan ini makin menjadi. wali kelas dan teman-teman saya pun bingung mencari saya. mama dan ayah berulang kali memenuhi panggilan wali kelas. prestasi saya langsung drop. yang biasanya ada di 3 besar, kini merosot ke 5 besar. pada saat kelas 3 SMP saya dilungsurkan dari kelas anak berprestasi karena absen saya. saya mulai sadar bahwa saya ada di tingkat akhir dan akan menghadapi ujian. akhirnya saya lulus dengan prestasi yang membanggakan dan berada di peringkat 2 sekolah.
saya masuk SMAN favorit di kota bogor. tidak semua orang bisa masuk ke sekolah itu. saya pun senang. setidaknya saya membuat ayah dan mama bangga. bahkan ayah sampai menghadiahi saya sebuah mobil. tetapi di semester akhir tahun pertama, lagi-lagi saya kehilangan semangat. berawal dari fisika yang merupakan pelajaran favorit saya sewaktu SMP. saya mengalami kesulitan di SMA. bahkan gurunya terkesan menekan saya dan tidak mau membimbing saya. saya pun rajin membolos. akibatnya tidak hanya fisika, tapi pelajaran lainnya pun ikut tertinggal. lagi, mama dan ayah bolak-balik datang karena dipanggil oleh wali kelas saya. masih segar dalam ingatan saya, mama dan ayah datang ke sekolah dengan 2 mobil yang berbeda. ya, saat itu panggilan mendadak. mama ada di rumah dan ayah ada di kantor. tapi mereka bisa sempatkan waktu mereka karena saya sedang butuh mereka. akhirnya saya utarakan kepada orangtua bahwa saya tidak mau sekolah disana.
saya pun pindah ke SMAN lain di kota bogor. masih dalam status SMAN favorit hanya saja peringkatnya jauh di bawah SMAN saya yang sebelumnya. saya memilih sekolah ini karena letaknya tidak jauh dari rumah. kira-kira hanya setengah jam perjalanan. tapi lagi lagi dan lagi, penyakit saya kambuh. prestasi saya cukup menonjol di sekolah ini. tapi ternyata tidak cukup untuk mendapatkan seorang teman yang benar-benar teman. saya merasa kesepian. tetapi untungnya masih ada sahabat-sahabat saya seperti Fadilla, Rani dan Windy yang selalu menemani saya walaupun kami berbeda kelas. sampai akhirnya saya tidak tahan. hingga saya memutuskan untuk homeshooling sejak SMA. saya tidak dapat membayangkan bagaimana perasaan orang tua saya.
ya, kejadian seperti itu saya ulangi kembali. saya bertekad untuk sukses dengan homeshooling saya ini. saya merasa sangat nyaman dengan homeschooling. dengan metodenya, dengan pengajarnya, juga dengan teman-temannya. saya mendapatkan suasana dan sahabat-sahabat baru seperti Vany, Devy, Putri dan Jaya. bayangkan, satu angkatan bisa menjadi sahabat dan akhirnya menjadi keluarga. disaat saya sedang terkena masalah, mereka selalu ada buat saya. saya menunjukan prestasi-prestasi dengan homeschooling yang mungkin membuat mama ayah bangga. rasanya seperti tidak mau meninggalkan waktu-waktu berharga seperti ini. tetapi life must goes on.
selepas masa SMA, saya memilih untuk kuliah di luar negri. Malaysia menjadi pilihan saya karena Multimedia University yang bisa menarik perhatian saya. dengan modal nekat, saya pun berhasil masuk ke MMU. well, bisa ditebak bagaimana kehidupan saya. saya mulai jenuh dengan metode-metode yang mengikat. saya pun pesimis dengan nilai saya. ditambah saya selalu bertengkar dengan ayah karena masalah uang. *beginilah orang yang ga pernah merasa bersyukur =.=* membuat saya kepikiran untuk kembali ke indonesia dan kuliah di indonesia yang pasti biayanya lebih murah. kembali, mama ada buat saya. selalu menyemangati saya. meskipun terkadang kata-katanya menyakitkan hati, saya tau itu untuk kebaikan saya.
nilai-nilai yang tadinya saya khawatirkan, ternyata mendapat hasil yang cukup baik. memang tidak terlalu baik, tapi menjadikan motivasi untuk saya untuk bisa mendapatkan hasil yang lebih baik dalam semester berikutnya. mama kembali ada untuk saya dan menyemangati saya.
saya sempat melakukan kesalahan. saya terlalu mempercayai pacar saya dan menjadikannya teman curhat. memang tidak ada yang salah dengan hal itu. kalau saja dia memang ada hanya untuk saya. kenyataannya? dia boleh mengkhianati kepercayaan saya, dia boleh melukai hati saya berulang kali, dia boleh membuat saya kecewa ratusan hingga ribuan kali. tapi saya berjanji saya tidak akan menangis. saya belajar bahwa dia memang bukan milik saya seutuhnya. saya belajar bahwa itu bukan kesalahan siapa-siapa jika dia mengkhianati saya. saya belajar bahwa dia bukan lah tujuan akhir saya. saya belajar bahwa saya harus terima kenyataan kalau dia bukan lah untuk saya. DAN saya juga belajar bahwa saya harus menomor satukan mama dan ayah saya. saya belajar dan mengerti bahwa hanya mama dan ayah yang bisa saya percaya. saya belajar bahwa di saat terberat saya, mama & ayah tidak pernah meninggalkan saya bahkan menduakan saya. saya belajar bahwa mama & ayah akan selalu ada untuk saya. saya belajar apapun yang saya perbuat, itu bukan untuk pacar saya, bukan untuk mama ayah, tapi untuk saya sendiri.
saya bersumpah pada diri saya sendiri. saya akan mendapat hasil yang membanggakan. saya akan lulus tepat waktu dari universitas ini. saya akan kembali ke indonesia. saya akan mengamalkan seluruh ilmu saya. dan saya bersumpah saya akan membuat orang tua saya tersenyum untuk saya :)
prisckha aka mica wishhed*
5:42 PM